Liputan6.com, Jakarta – PT Toyota Astra Motor (TAM) mengundang puluhan jurnalis nasional untuk menguji all new Yaris Cross Hybrid EV dengan rute Kota Surabaya – Bromo – Batu – Malang-Surabaya.

TAM menyediakan unit Yaris Cross 1.5 S HV CVT dengan GR Parts Aero Package yang merupakan varian tertinggi. Mobil yang dibanderol Rp 449,9 juta (OTR Jakarta) ini sudah mengadopsi sistem hybrid.

Toyota Yaris Cross 1.5 S HV CVT dilengkapi dengan mesin 2NR-VEX berkapasitas 1.496 cc yang menghasilkan tenaga 67 kW atau 89,8 Tk pada putaran 5.500 rpm dengan torsi puncak 141 Nm. Sementara itu daya maksimum yang dihasilkan oleh electric motor mencapai 59 kW dengan torsi 121 Nm. Tenaga dari mesin disalurkan ke roda depan melalui transmisi CVT berteknologi Split Gear memastikan distribusi tenaga mesin bersama dengan motor listrik.

Sebelum memulai perjalanan, Liputan6.com memasukkan barang-barang bawaan terlebih dahulu ke bagasi mobil. Varian yang kami uji sudah dilengkapi dengan fitur Power Back Door with Kick Sensor, sehingga cukup mengayunkan kaki di bawah buritan mobil lalu pintu bagasi pun terbuka. Untuk menutupnya, cukup menekan tombol yang terletak di pintu bagasi.

Masuk ke area kabin, pengaturan jok sopir sudah mengadopsi sistem elektrik, sedangkan lingkar kemudi bisa disetel secara tilt dan telescopic, sehingga mudah untuk menemukan posisi berkendara ideal.

Lingkar kemudi dijejali berbagai macam tombol untuk mengatur sistem hiburan, Multi Information Display (MID), mode berkendara (Power, Norma, Eco), hingga Adaptive Cruise Control yang merupakan bagian Toyota Safety Sense.

Berbagai fitur lainnya pun bisa diatur dari kursi pengemudi. Salah satunya adalah EV mode atau berkendara menggunakan baterai sepenuhnya bisa diakses dari tombol-tombol yang terletak di sebelah kanan belakang lingkar kemudi. EV mode hanya bisa digunakan saat baterai sudah cukup terisi, MID akan memberi tahu jika EV mode tidak bisa dipakai ketika baterai belum siap.

Performa All New Toyota Yaris Cross
Pengujian dimulai dari Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur, menuju kawasan wisata alam Gunung Bromo, Jawa Timur. Kondisi jalanan yang dilewati adalah perpaduan jalan tol dan juga jalanan kecil berlika-liku dengan tanjakan yang cukup menantang.

Saat menekan tombol power untuk menyalakan mesin, tak ada tanda-tanda mesin konvensional berbunyi, karena mobil berada dalam EV mode. Meskipun demikian, transmisi bisa dipindahkan ke D untuk memulai perjalanan. Yaris Cross akan secara otomatis memilih drivetrain yang digunakan, dalam kondisi bermacet-macetan EV mode lebih sering aktif, saat berkendara dengan kecepatan tinggi akan beralih ke mesin konvesional, lalu saat membutuhkan akselerasi kencang maka keduanya (mesin dan electric motor) akan bekerja.

Ketika ingin mencoba berkendara dengan menerapkan eco driving, yaitu menahan putaran serendah mungkin, rupanya MID Yaris Cross Hybrid tidak menampilkan informasi putaran mesin. Sebagai gantinya, terdapat indikator baterai serta informasi status charge, eco, dan power.

Layar sistem hiburan bisa diatur agar memperlihatkan kinerja drivetrain. Pada kecepatan tinggi, layar tersebut memperlihatkan mesin bertugas untuk menggerakkan roda. Ketika melakukan deselerasi, maka energi pengereman tersebut akan dimanfaatkan untuk mengisi baterai berkat fitur regenerative braking.

Fitur lainnya yang membantu selama perjalanan di tol adalah Adaptive Cruise Control (ACC) yang merupakan bagian dari Toyota Safety Sense (TSS). Dengan mengatur kecepatan maksimum dan juga batas jarak dengan kendaraan di depan, mobil akan secara otomatis melakukan akselerasi dan deselerasi mengikuti kendaraan di depannya.

ACC dikombinasikan dengan Lane Keeping Control (LKC) yang dirancang untuk membantu menjaga kendaraan supaya tetap berada di lajurnya. Sistem memonitor marka jalan dan kendaraan di depan, selanjutnya jika diperlukan akan memberikan input kemudi secara otomatis supaya mobil tetap berada di tengah lajurnya.

Ketika pedal gas diinjak dalam, mesin konvensional dan electric motor akan bekerja bersama-sama. Namun, jangan membayangkan sensasi akselerasinya akan sama dengan mesin 1,5 liter yang disematkan turbocharger.

Pengendalian Toyota Yaris Cross Hybrid
Yaris Cross Hybrid terasa stabil pada kecepatan tinggi di jalan tol. Toyota sudah menyematkan fitur keselamatan Vehicle Stability Control (VSC) yang mencegah gejala understeer atau oversteer terjadi. VSC ini pun sangat membantu saat perjalanan menuju Gunung Bromo yang berliku-liku.

Berbicara Gunung Bromo, melahap tanjakan terjal menggunakan Yaris Cross Hybrid menuju destinasi wisata tersebut bukanlah hal yang sulit. Hill Start Assist (HSA) memastikan pengemudi dapat mulai berjalan di tanjakan tanpa khawatir mobil mundur.

Perpaduan mesin konvensional dan motor electric mempermudah untuk melahap berbagai tantangan yang ada. Dengan ground clearance 212 mm, tak perlu khawatir ketika melewati beragam jalan yang rusak.

Meskipun memiliki ground clearance yang tinggi, Yaris Cross Hybrid masih cukup stabil ketika melaju di jalan tol. Pada saat jalanan jelek pun bantingannya masih cukup nyaman bagi penumpang depan dan belakang.

Konsumsi Bahan Bakar Toyota Yaris Cross Hybrid
Salah satu nilai jual utama mobil hybrid adalah konsumsi bahan bakar yang diharapkan lebih irit dibandingkan dengan mobil konvensional. Penghitungan konsumsi bensin dibagi menjadi dua etape, yaitu hari pertama dan hari kedua. Gaya berkendaranya pun dengan cara normal, tanpa menerapkan teori eco driving.

Rute hari pertama yaitu Bandara Internasional Juanda Surabaya – Gunung Bromo – Batu dengan jarak tempuh 267 km, MID menunjukkan konsumsi bensin rata-rata 16,3 km per liter.

Rute hari kedua didominasi oleh jalan tol dipadukan dengan kemacetan dalam kota, yaitu dari Batu ke Surabaya dengan jarak tempuh 118,8 km. MID menunjukkan konsumsi bensin rata-rata 18, 1 km per liter.